Video Sosial Media : Rahasia Menguasai Channel Sosial

Mohon resapi fakta ini : mayoritas pengguna sosial media menghabiskan lebih banyak waktu mereka untuk menonton video dibandingkan foto.

Hal ini juga ditambah dengan semakin membaiknya jaringan internet, semakin memperkuat trend penggunaan video untuk berbagai kebutuhan konten. Karena kenyataannya, konten video membantu menjaga enggagement pengguna lebih baik dan lebih lama daripada jenis media lainnya.

Atas alasan inilah kenapa banyak bisnis dan usaha berlomba-lomba membuat video untuk kebutuhan konten sosial media mereka. Selain alasan algoritma social media yang lebih mengutamakan video dibandingkan konten lainnya. Selain itu video juga memberikan kesempatan lebih besar bagi sebuah brand untuk meningkatkan awareness terhadap merk mereka.

 

memproduksi video sosial media

Namun jangan senang dulu, memproduksi video bisa terdengar menakutkan bagi sebagian orang, video yang bagus ya, bukan asal video. Karena membayangkan seluruh tahapan prosesnya saja sudah cukup melelahkan. Belum lagi video ini ditujukan untuk sosial media, karena ada beberapa kriteria lain yang dibutuhkan agar video tersebut lebih cocok untuk platform sosial media.

Mohon resapi fakta ini : mayoritas pengguna sosial media menghabiskan lebih banyak waktu mereka untuk menonton video dibandingkan foto.

Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena tips dan trik sederhana yang telah kami rangkum pada artikel ini dapat membantu Anda dalam proses memproduksi video sosial media untuk berbagai kebutuhan.

1. Sesuaikan dengan goal anda

Prioritaskan kebutuhan sesuai dengan goal. Maksudnya begini, jika anda telah paham dengan goal anda, dan yakin jika sebuah video sosial media yang berkualitas tinggi akan membantu anda mencapai tujuan, maka lakukanlah.

Menggunakan seorang professional untuk memproduksi video sosial media anda tentu akan sangat menghemat waktu dan memastikan kualitas yang dihasilkan akan lebih baik, namun anda mungkin harus mengeluarkan biaya mahal ketimbang memproduksinya sendiri.

production house profesional

Untuk mengatasi hal ini, anda bisa mencari production house skala lokal di area anda. Gunakan kata kunci yang tepat di mesin pencari google, seperti jasa pembuat video, atau production house di <kota anda>. Ini biasanya akan memunculkan beberapa hasil pencarian lokal.

jasa pembuatan video lucid

Tapi yang perlu anda ingat, tidak semua vendor memiliki pengalaman memproduksi video sosial media secara professional. Pastikan anda telah membekali diri sebelumnya dengan tahapan produksi yang benar, mengumpulkan beberapa referensi yang anda inginkan sebagai benchmark hasil akhir, dan jangan lupa untuk meminta portfolio pekerjaan terbaik mereka untuk anda analisa.

Namun, jika biaya akan menjadi masalah bagi anda. Tidak ada salahnya memproduksi video anda sendiri, ada banyak resource di internet yang dapat membantu anda memulai untuk menghasilkan video yang sesuai standar.

2. Validasi konten Anda

Hal pertama yang harus anda putuskan adalah ‘anda akan membuat video tentang apa?‘ lalu apakah memproduksi video marketing melalui sosial media adalah langkah yang tepat untuk anda? Untuk memudahkan anda membreak-down pertanyaan ini, coba anda pikirkan kenapa harus merilis video ini ke sosial media? apakah di attach via website saja tidak cukup?

ilustrasi video sosial media

Yang perlu anda ingat, inti dari konsep sosial media adalah enggagement atau keterlibatan. Jadi saat memproduksi video sosial media, pastikan pesannya masuk akal untuk audiens di sosial media dan video ini mampu mengajak mereka untuk menonton dan terlibat diskusi dengan brand anda.

Dengan asumsi anda telah memiliki website dan artikel, coba anda pelajari kira-kira artikel tema apa yang mendapatkan paling banyak trafik atau enggagement?

Jika anda menggunakan google analitik, cek pada bagian perilaku pelanggan untuk melihat artikel yang paling banyak dilihat serta keterlibatan mereka selama periode tertentu. Cocokkan data ini dengan halaman sosial media anda. Jika anda menggunakan Instagram for business atau facebook, biasanya anda dapat melihat postingan teratas berdasarkan keterlibatan audiens anda.

Dua set data ini dapat memberikan Anda indikasi atau informasi tentang tema apa yang akan beresonansi dengan audiens Anda di sosial media, memastikan Anda untuk membuat video yang dapat memberikan dampak terbaik dari hal tampilan dan enggagement audiens.

3. Tulis naskah / Script

Membuat video tanpa naskah sama seperti membangun rumah tanpa gambar kerja, apakah jadi? tentu, tapi hasilnya jangan ditanya. Sebuah naskah adalah panduan untuk menghasilkan sebuah video yang baik, didalam nya berisi gambar apa yang akan Anda shoot, hingga transkrip dialog kata demi kata yang berisi narasi atau presentasi produk Anda nantinya.

menulis script video

Sedikit tips dari kami, jika anda kehabisan ide, anda dapat me-repurpose sebuah artikel yang anda miliki di website menjadi sebuah video.

Pikirkan bagaimana caranya agar topik yang sebelumnya menarik dibaca lewat artikel menjadi lebih mudah di tonton melalui video, pikirkan platform apa yang akan anda gunakan untuk merilis video ini.

Jika yang anda pilih adalah platform Facebook, maka anda dapat mengupload video sepanjang yang anda suka, namun yang perlu anda ketahui, video yang paling efektif umumnya berkisar sekitar 3-4 menit, kecuali anda membuat film dokumenter tentang sebuah hewan langka dipedalaman hutan papua, maka jangan membuat video lebih dari 4 menit.

Beda lagi jika anda ingin memposting video ini untuk platform Twitter, anda harus membuat video sesingkat dan setajam mungkin, dan jika platform yang anda pilih adalah Instagram atau TikTok, maka anda hanya punya waktu kurang lebih 60 detik.

Lalu berikutnya rencanakan dengan baik, video ini nanti format nya seperti apa? Apakah anda akan menggunakan presenter? atau ada orang lain yang akan mengisi voice over seperti video dibawah ini?

vlog untuk video sosial media

Jika iya, maka pisahkan naskah dalam susunan timecode yang jelas agar presenter dapat menghafal dan membacanya dengan jelas dan melafalkan seluruh naskah menggunakan kalimat mereka sendiri sambil menjaga kontak mata dengan kamera.

Jika anda berencana menggunakan presenter, pastikan kalimat yang digunakan ringkas dan mudah dibaca agar tidak bertele-tele. Lalu ika memungkinkan berikan voice over artist kesempatan untuk mengubah kalimat yang ada agar sesuai dengan gaya mereka bicara sendiri untuk membuatnya terdengar alami.

Semakin detail naskah anda, maka semakin mudah proses anda untuk memproduksi video. Anda akan dapat mengetahui sumber daya yang dibutuhkan sesuai dengan naskah yang telah anda buat.

4. Langsung ke intinya (Jangan bertele-tele)

Saat bicara tentang video sosial media, waktu adalah segalanya. Anda harus langsung masuk kedalam inti permasalahan. Jangan buang waktu untuk opening yang tidak penting seperti memperkenalkan diri Anda dan merek Anda. Tentu ini boleh dilakukan dalam video, namun dalam hal ini jangan ditaruh di awal.

wanita cantik vlogging untuk sosial media

Buka video dengan sesuatu yang provokatif dan hiper-relevan bagi audiens Anda, sesuatu yang menjelaskan inti dari video anda tersebut. Letakkan punchline ini di frame-frame awal video dan pikirkan bagaiamana caranya membuat video anda mampu menarik audiens pada detik-detik awal ini.

Contohnya begini, “Apakah Anda selalu gagal untuk kurus?” kalimat seperti ini akan menjadi pembuka yang bagus untuk video cara diet yang lebih baik. Ini terdengar personal, to the point dan sangat jelas.

Jika ternyata audiens yang berusaha anda target ini adalah para pejuang diet yang telah berusaha berbagai metode untuk kurus namun gagal, saya yakin kalimat pembuka diatas akan sangat logis untuk ditaruh sebagai punchline.

Lalu berikut, komunikasikan dengan jelas jika dengan menonton video anda tersebut mereka akan mendapatkan jawaban yang lebih baik.

5. Fokuskan naskah pada statement pembuka anda

Jika video yang anda buat adalah jawaban tentang rahasia untuk menghilangkan lemak dengan efektif, maka seluruh bagian dari naskah anda harus di fokuskan untuk memberikan jawaban akhir tersebut.

Bagi dan pisahkan jawaban anda menjadi beberapa bagian, dan jelaskan bagaimana setiap bagian ini terhubung dengan jawaban yang lebih besar dari hal itu.

Anda bahkan dapat mempertimbangkan untuk mengulangi saran-saran tersebut dibagian akhir video anda. Terus perlihatkan kepada audiens jika video ini akan memberikan mereka jawaban atas pertanyaan yang mereka cari.

Semakin fokus video anda untuk menjawab pertanyaan besar tersebut, maka semakin besar kemungkinan audiens anda untuk tetap bertahan dan berkomentar tentang topik video anda tersebut.

6. Merencanakan dan membuat storyboard

Jadi sekarang anda sudah punya naskah. Sekarang saat nya menyatukan semua ide dinaskah menjadi sebuah video. Namun apakah anda sudah tahu style yang akan anda gunakan? gambar apa yang akan muncul di video ini nantinya?

proses shooting produksi video

Berikut beberapa pertanyaan untuk yang harus anda ajukan. Anda butuh:

  • Stok Fotografi?
  • Stok Video / Footage?
  • Shooting footage real?
  • Motion grafis atau Ilustrasi?
  • Animasi tulisan?

Cara terbaik untuk mengetahui kebutuhan anda adalah dengan membuat storyboard. Berbeda dengan naskah sebagai panduan dasar anda untuk menyusun apa saja yang akan muncul didalam video anda, storyboard pada dasarnya adalah sebuah naskah visual, sebuah panduan visual untuk mengetahui apa saja yang harus di tampilkan pada waktu tertentu.

Jika anda merasa terintimidasi dengan bayangan anda harus menggambar dengan detail seluruh adegan pada video, jangan. Karena inti pada proses pembuatan storyboard ini adalah tentang memetakan visualisasi apa yang harus ditampilkan untuk memperkuat naskah yang telah anda buat.

Jangan bingung dengan logistik dan sumber daya dulu, coba sebisa mungkin untuk memilih visualisasi yang menurut anda dapat memperkuat naskah dan konsep yang telah anda rencanakan.

7. Pastikan video anda ramah media sosial

Saat Anda menyusun storyboard, pertimbangkan beberapa hal yang cukup penting terkait teknis yang diperlukan agar video Anda berhasil di media sosial, khususnya Facebook. Berikut adalah beberapa tips penting yang harus anda ingat :

Pastikan video anda Eye Catchy

Manfaatkan fitur putar otomatis pada sebagian besar platform dan fokus untuk menangkap perhatian audiens lebih awal.

Audiens di media sosial biasanya tersangkut di video saat mereka men-scrolling feed mereka. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk menghentikan mereka dari scrolling.

Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan cara menarik perhatian melalui dengan beberapa gerakan — baik itu footage live yang bermunculan ataupun animasi yang menarik — lalu segera kaitkan scene tersebut dengan menghadirkan sesuatu yang hiper-relevan bagi mereka.

Rancang video untuk ditonton saat volume dimatikan (mute)

Rancang video Anda dengan asumsi sebagian besar orang akan menontonnya tanpa suara alias mute, karena saya yakin kemungkinan besar mayoritas dari kita melakukannya.

Pastikan ada opsi untuk teks, atau mungkin sisipkan animasi teks yang didukung gambar atau hasil shooting yang menggambarkan dengan jelas kata-kata didalam naskah, sehingga audiens dapat langsung memahami apa yang sedang yang Anda bicarakan pada waktu tertentu dengan mematikan suara.

Rancang video Anda dengan asumsi sebagian besar orang akan menontonnya tanpa suara alias mute, karena saya yakin kemungkinan besar mayoritas dari kita melakukannya

Saat membuat video, selalu ingat jika Anda tidak selalu dapat mengandalkan suara untuk menarik perhatian audiens Anda. Semua perlu dikomunikasikan secara visual.

Pertimbangkan ukuran dan dimensi video Anda

Saat ini mayoritas orang akan menonton video melalui smartphone, jadi ingat untuk tidam mebuat gambar dan teks dilayar terlalu kecil.

Selain itu, pertimbangkan juga dimensi video Anda. Video persegi (1:1) dan video vertikal lebih cocok untuk orang-orang yang menonton di smartphone mereka karena kebanyakan orang tidak mau repot mengubah layar mereka ke mode lansekap.

Buat video sesingkat mungkin

Setiap platform memiliki persyaratan yang berbeda, namun coba tanyakan kepada diri anda, apa yang anda harapkan dari audiens anda? apakah anda mengharapkan mereka akan menonton video berdurasi 9 menit hingga selesai? atau mungkin hanya 1 menit?

Platform seperti Facebook dan YouTube sebenarnya ingin membuat pengguna merka berada di platform lebih lama, jadi jika Anda berpikir konten Anda memiliki kemampuan untuk menarik perhatian orang untuk durasi tersebut maka anda akan memiliki keunggulan luar biasa. Bahkan, platform YouTube cenderung menyukai video yang panjangnya kurang lebih 16 menit untuk alasan tersebut.

Namun jika fokus Anda adalah keterlibatan seperti komentar atau like seperti Facebook yang algoritmenya mendukung video yang digunakan dan dibagikan orang, maka Anda mungkin sebaiknya fokus membuat video sesingkat mungkin.

8. Gunakan peralatan yang sesuai

Saatnya bicara tentang aset dan peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi video sosial media anda.

Kamera

Jika Anda berencana menggunakan hasil rekaman asli, pikirkan siapa audiens Anda dan apa yang kira-kira mereka harapkan dari video anda.

kamera redd untuk video sosial media

Bicara tentang kualitas video sosial media di platform digital, ekspektasi audiens terhadap kualitas video jauh lebih tinggi ketimbang 10 tahun yang lalu. Ada audiens yang mungkin sudah merasa cukup dengan video yang direkam menggunakan smartphone, menggunakan kamera iPhone atau Samsung Galaxy yang hasilnya sudah dapat mengimbangi kamera DSLR.

Namun jika video yang anda buat ditujukan untuk audiens profesional yang mengharapkan sesuatu dengan kualitas yang tertinggi, maka pertimbangkan untuk menggunakan kamera video yang layak seperti Canon C100 atau lebih tinggi lagi seperti misalnya REDD Camera. Versi sederhananya, anda juga bisa menggunakan kamera mirrorless yang mudah digunakan dari seri Sony RX100.

Yang tidak kalah pentingnya, apapun jenis kamera yang anda pilih, jangan lupa untuk selalu menggunakan tripod agar gambar yang dihasilkan tidak shaky.

Lighting (Cahaya)

Untuk menghasilkan gambar video terbaik, anda butuh pencahayaan yang cukup. Setiap profesional memahami hal ini.

Anda dapat menggunakan ambient lighting dengan memanfaatkan pencahayaan alami dari matahari. Misal menggunakan cahaya yang datang dari arah jendela kamar anda. Jika anda shooting diluar ruangan, jangan lupa untuk menghindara cahaya yang terlalu keras, untuk pagi hari idealnya antara jam 7 hingga jam 9 pagi, untuk sorenya anda bisa mendapatkan cahaya terbaik antara jam 3 hingga matahari terbenam.

Namun jika anda merencanakan pengambilan gambar didalam ruangan, gunakan cahaya artifisial seperti led lighting dan jenis pencahayaan lainnya. Anda tidak perlu membeli nya, saat ini nyaris disemua kota di Indonesia telah hadir jasa penyewaan berbagai alat untuk produksi video. Mulai dari kamera hingga lighting dengan kualitas yang cukup untuk menghasilkan video yang lumayan apik.

Mikrofon

Walaupun ada kemungkinan audiens akan menonton video Anda tanpa suara, tidak ada salahnya Anda menyertakan audio, nah mikrofon dengan kualitas yang baik akan mengangkat keseluruhan kualitas dan video Anda.

Anda dapat memilih mikrofon yang mudah digunakan seperti Rode VideoMic Pro, yang dapat ditancapkan langsung ke hot shoe kamera Anda. Jika Anda menggunakan kamera tanpa port mic seperti smartphone atau kamera mirrorless micro fourth third seperti Lumix GX85, maka anda dapat pertimbangkan memilih mikrofon USB seperti Blue Yeti Snowball.

Yang perlu di ingat, jika Anda menggunakan sistem rekaman audio menggunakan mikrofon yang terpisah dari kamera, Anda harus bertepuk tangan di kamera pada setiap awal rekaman untuk memudahkan proses singkronisasi audio dan  video saat proses editing.

Stock rekaman dan animasi

Video yang dibuat untuk media sosial harus mengandung gerakan, jadi pertimbangkan untuk mencari animasi dan stok rekaman untuk membantu menggambarkan apa pun yang Anda jelaskan dalam video Anda.

Jika Anda membutuhkan animasi khusus, cara termudah adalah menyewa desainer grafis untuk mendapatkan apa yang Anda cari.

Situs-situs seperti Envato element, Adobe Stock dan VideoBlocks memiliki opsi berlangganan luamayn murah dengan jumlah pilihan yang lumayan banyak untuk rekaman stok video yang dapat Anda gunakan sebagai sumber video anda.

Template After Effects atau Premiere Pro

Jika anda bukan seorang editor profesional, anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk untuk menggunakan template siap pakai untuk after effects atau adobe premiere pro. Pada dasarnya template ini seperti grafis siap pakai yang berisi gambar dan teks placeholder yang dapat diganti ganti sesuai kebutuhan anda.

Untuk menggunakan template ini, anda harus memiliki After Effects atau langsung melalui Adobe Premiere Pro dan menyetting sendiri warna serta font agar sesuai dengan acuan merk anda.

9. Sertakan ajakan untuk bertindak

Setelah Anda menarik perhatian orang-orang di awal video, jangan lupa untuk menyertakan semacam ajakan untuk bertindak pada momen yang tepat.

Misalnya untuk platform seperti Facebook dan LinkedIn, Anda sebisa mungkin mengajak mereka untuk membagikan video anda. Karena semakin banyak dibagikan, akan meningkatkan kemungkinan munculnya video anda pada feed atau garis lini akun-akun pertemanan audiens anda.

Hal lain yang harus dilakukan oleh audiens anda adalah terlibat dengan cara bereaksi terhadap video melalui komentar dan like. Karena komentar juga akan membantu video muncul di feed pengikut Anda.

Jika anda mengharapkan audiens untuk mengunjungi website tertentu, atau Anda ingin mereka mengunduh sesuatu, sampaikan kepada mereka. Anda dapat menempatkan ajakan ini di akhir video, atau sisipkan di tengah video pada saat yang tepat untuk mendapatkan perhatian penuh mereka.

Membuat orang menonton video Anda di platform sosial saja tidak cukup untuk mereka atau untuk Anda di akhir hari. Jadi, pastikan Anda merencanakan perjalanan untuk pemirsa konten Anda. Baik menyimpannya di platform yang melibatkan konten Anda untuk membantunya memberi peringkat, atau fokus untuk membawanya ke situs web atau platform Anda. Dan pastikan untuk mengawasi berapa banyak pengguna yang mengikuti ajakan Anda untuk bertindak, karena ini adalah salah satu cara signifikan untuk mengukur ROI video, dan seberapa efektif konten Anda.

10. Sisipkan brand anda pada video sosial media

Akhirnya, pastikan untuk menempatkan identitas merk anda pada seluruh bagian video.

Karena tujuan utama distribusi konten video di media sosial adalah untuk mengekspos tampilan, feel, suara, dan nada brand Anda kepada audiens tanpa mereka perlu menggunakan produk Anda.

Masukan logo

Sisipkan logo, font, warna, nuansa dan identitas brand anda disegala aspek, mulai dari naskah hingga desain.

 

Karena melalui video ini, Anda harus memberikan pengalaman kepada audiens bagaimana rasanya berinteraksi dengan brand Anda. Karenanya video Anda perlu mengeluarkan identitasnya secara praktis.

Tanda air

Contoh watermark

Jangan lupa untuk memberikan watermark atau tanda air pada setiap foto atau video yang anda gunakan

Salah satu hal sederhana yang dapat Anda sisipkan pada video sosial media anda adalah logo watermark. Posisi penempatan paling umum biasanya di salah satu sudut atas kanan atau kiri.

Jangan membuatnya terlalu besar, yang harus diingat kemungkinan banyak orang akan melihat video Anda di ponsel mereka dan ada kemungkinan mereka tidak akan mengembangkannya ke layar penuh, jadi pastikan logo anda ini terlihat cukup bagi mereka.

Ini adalah cara paling mudah untuk menampilkan brand anda pada video. Karena selama video diputar, audiens akan selalu terpapar dengan brand anda.

Beri brand dan Call-to-action pada bagian akhir video sosial media anda

Jangan sia-siakan bagian akhir video dengan layar hitam biasa, sertakan juga bagian akhir video dengan logo brand Anda, dan jika anda berencana untuk mengupload nya ke YouTube atau Facebook, jangan lupa sertakan “Berlangganan” custom agar audiens mengambil tindakan saat video berakhir.

Call to action youtube

Manfaatkan kesempatan pada akhir video untuk memasukkan logo, font, dan warna brand Anda.

Manfaatkan kesempatan terakhir ini untuk memasukkan logo, font, dan warna Anda.

Bagian ini bisa berupa background sederhana dengan warna merek Anda dan beberapa placeholder untuk “Berlangganan” atau semacam “Tonton selanjutnya” di YouTube atau desain background dengan tulisan “Bagikan video ini dan komentar” untuk Facebook.

Rangkuman: tips & trik terbaik membuat video untuk sosial media

Akhirnya kita sampai pada bagian akhir, berikut adalah rangkuman dari apa yang telah kita pelajari terkait tips terbaik untuk membuat video sosial media :

  • Validasivideo sosial media Anda dengan melihat metrik website atau blog anda, tema atau topik apa saja yang berhasil untuk blog dan platform sosial media Anda sebelumnya.
  • Rencanakan naskah atau script video anda dengan baik, pastikan pesan utama video mengalir dan mampu mengarahkan keseluruhan konten dari awal hingga akhir, jangan lupa untuk menggunakan presenter atau narator untuk menarik perhatian audiens Anda.
  • Prioritaskan visual yang menarik mata seperti teks animasi, ilustrasi, rekaman live dan stok gambar.
  • Sebisa mungkin rangkai video sosial media anda dengan konsep, tampilan, rasa, suara, dan nada brand Anda dengan alur yang mengalir baik.
  • Sisipkan call-to-action agar audiens anda dapat mengambil tindakan.

jasa pembuatan video

Lucid

Author Lucid

More posts by Lucid

Leave a Reply

All rights reserved Lucid

Konsultasi Sekarang